Aku Sudah Tidak Menunggu Halal Bihalal

9 Jul 2015

Bagiku halal bihalal adalah moment yang dulunya selalu kutunggu. Tapi sekarang moment itu bergeser ketika aku tak seberapa peduli lagi dengan itu. Moment itu bergeser menjadi moment dimana aku selalu mengunjungi tempat-tempat baru yang belum pernah terjamah. Bagi sebagian orang mungkin moment lebaran dengan mengunjungi sanak keluarga yang lama tidak bertemu adalah sebuah kewajiban, sedangkan bagiku momen halal bihalal sekarang adalah mengunjungi teman-teman kita yang belum kita kenal sebelumnya. Yah itulah yang sudah kujalani dua tahun belakangan ini. Bukan buat bersenang-senang di pusat perbelanjaan pada umumnya, bukan untuk hanya menghabiskan kue-kue lebaran, dan juga buat memamerkan baju-baju terbaru hasil dari THR, aku pun memilih untuk berlibur dan ber halal bihalal dengan penduduk sekitar tempat ku melangkah. Dimana aku bisa bertemu dengan orang-orang baru dengan segala yang baru. Dari tempat yang baru, kebudayaan yang baru, serta tata cara lebaran yang baru.

Tahun kemarin aku sempat mengunjungi kota Bandung, kota dimana pusat perbelanjaan hadir disini, tapi bagiku bercengkrama dengan orang-orang baru dari beragam latar belakang bisa membuatku mendapatkan energy booster dan mood booster yang baru. Tak segan-segan akupun sering mendekat kepada pedagang-pedagang yang rela berjualan ketika orang lain sedang menikmati masa liburnya. Alasannya pun beragam, mulai dari faktor finasial, aji mumpung, bahkan mengisi kekosongan karena tidak bisa mudik yang membuat mereka tetap menggelar lapak dagangannya. Tak jarang banyak para pekerja factory outlet yang masih rela berjaga menawarkan barang dagangan orang lain untuk menyambung hidup mereka. Dari merekalah aku belajar sebuah keikhlasan, keikhlasan ketika tidak bisa bertemu sanak saudara karena keadaan. Ikhlas akan sebuah tanggung jawab yang tak bisa dilupakan begitu saja. Bahkan rasanya sangatlah khusyuk sekali ketika mereka mengucapkan selamat hari lebaran. Bagiku berhalal bihalal dengan mereka adalah sebuah anugrah yang mempunyai makna bahwa halal bihalal bisa dengan siapa saja, kapan saja, dan dimana saja. Tak harus menunggu moment lebaran bukan.

Rencananya tahun ini aku akan mengunjungi Gunung Ijen, menikmati alam dan bersenda gurau dengan masyarakat penambang belerang yang merayakan halal bihalal mereka dengan cara mereka sendiri. Entahlah pengalaman apalagi yang aku temukan ketika mengunjungi saudara kita disana. Kini aku mengerti kenapa tetanggaku selalu mudik ke kampungnya ketika hari raya berlangsung, tak ada yang paling menggembirakan selain bertemu dengan sanak saudara. Sedangkan aku? Aku yang tinggal di perkotaan dan tak punya desa ini hanya bisa menikmati halal bihalal dengan orang-orang baru di tempat yang baru pula. Dimana tetanggaku? Mereka pada mudik temannn….jadinya kita bertemu seminggu setelah hari raya. Kalaupun tidak sempat berjumpa kita akan bertemu di acara halal bihalal yang diadakan oleh masjid di sekitar area rumahku.


TAGS ngaBLOGburit2015 blogdetik ngablogburit


-

Author

Follow Me